![]() |
| Festival Rujak Uleg Surabaya dengan tema Rujak Phoria kembali digelar di Surabaya Expo Center 9 Mei 2026 |
Surabaya.LensaNuswara.my.id || Hari ini, Sabtu, 9 Mei 2026, Kota Surabaya kembali bergemuruh oleh kemeriahan salah satu event kuliner terbesar dan paling ikonik di Jawa Timur: Festival Rujak Uleg. Acara yang ditunggu-tunggu ribuan warga ini digelar di Surabaya Expo Center (SBEC), Jalan Kusuma Bangsa, dengan mengusung tema menarik "Rujak Phoria". Acara akan di gelar sore nanti mulai pukul 16.00 WIB.
Festival tahunan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya, melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, bekerja sama dengan berbagai komunitas kuliner dan pelaku usaha lokal. Festival Rujak Uleg tahun ini kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, yang merupakan kurasi event daerah terbaik dari Kementerian Pariwisata.
Festival Rujak Uleg yang memasuki tahun ke-21 itu mengusung tema euforia Piala Dunia 2026 dan akan dimulai pukul 18.00 WIB dengan melibatkan sekitar 500 peserta.
“Tahun ini kita kebetulan kan akan menuju ke Piala Dunia ya. Jadi kita temanya euforianya Piala Dunia. Di situ kita menggambarkan nanti itu mungkin nanti Cak Eri (Wali Kota) juga akan menggunakan jersey, kemudian para pesertanya itu juga akan menggunakan yang kostumnya untuk dikreasikan menjadi sesuatu yang menarik yang berkaitan dengan bola,” kata Herry Purwadi Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya
Tujuan utama diadakannya Festival Rujak Uleg bukan sekadar sebagai pesta kuliner, melainkan sebagai upaya pelestarian warisan budaya tak benda serta promosi wisata kuliner Surabaya ke kancah nasional maupun internasional. Event ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-733, menjadikan suasana perayaan semakin istimewa dan sarat makna sejarah.
Sejarah diadakannya Festival Rujak Uleg berakar dari keinginan Pemkot Surabaya untuk mengangkat identitas kuliner lokal yang hampir punah atau kurang dikenal generasi muda. Rujak Uleg sendiri berbeda dengan rujak biasa; kekhasannya terletak pada cara pembuatan bumbu yang diuleg langsung di depan pembeli menggunakan cobek batu besar. Proses pengulegan ini menghasilkan aroma dan rasa yang lebih menyatu dan otentik. Festival ini pertama kali digelar secara besar-besaran beberapa tahun lalu dan sejak itu konsisten menjadi agenda tahunan yang selalu sukses menarik perhatian, bahkan sering memecahkan rekor jumlah pengunjung dan partisipan.
Tahun 2026 ini, tercatat lebih dari 150 stan peserta yang ikut meramaikan festival. Peserta tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Gresik, Malang, hingga Banyuwangi. Mereka berlomba-lomba menyajikan varian rujak uleg dengan kreasi unik, mulai dari rujak buah tradisional, rujak cingur, rujak soto, hingga inovasi modern seperti rujak dengan topping keju atau saus spesial. Selain kompetisi rasa, para peserta juga dinilai dari kreativitas penyajian dan kebersihan stan. Hadiah total ratusan juta rupiah menjadi pemacu semangat bagi para pedagang untuk menampilkan yang terbaik.
Selain menikmati rujak, pengunjung dimanjakan dengan berbagai hiburan lain. Panggung utama menyajikan pertunjukan musik live dari band-band lokal Surabaya, tarian tradisional Reog Ponorogo, dan drama kolosal yang menceritakan sejarah perjuangan Arek Suroboyo. Ada juga zona edukasi di mana pengunjung bisa belajar langsung cara menguleg bumbu rujak yang benar dari para ahli kuliner senior. Bagi anak-anak, tersedia area permainan tradisional seperti egrang, congklak, dan gobak sodor, yang mengajak mereka bermain sambil belajar tentang budaya lokal.
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah penampilan kembang api spektakuler yang akan menyinari langit Surabaya pada malam hari, menandai puncak acara "Rujak Phoria". Istilah "Phoria" sendiri diambil dari kata euforia, menggambarkan kebahagiaan dan kegembiraan massal yang dirasakan seluruh pengunjung saat berkumpul menikmati kuliner bersama.
Kehadiran Festival Rujak Uleg 2026 ini membuktikan bahwa kuliner tradisional memiliki kekuatan besar untuk mempersatukan masyarakat. Di tengah gempuran makanan cepat saji modern, Rujak Uleg tetap berdiri kokoh sebagai simbol identitas Surabaya. Event ini juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), karena puluhan ribu pengunjung dipastikan membelanjakan uangnya untuk membeli rujak dan suvenir lainnya.
Selamat menikmati Festival Rujak Uleg 2026, dan mari lestarikan warisan kuliner bangsa!

