![]() |
| Suasana pertemuan rutin Malam Anggara Kasih ke-34 di Halaman Arca Joko Dolog pada Senin malam (27/04/2026). |
SURABAYA.LensaNuswara.my.id – Di bawah naungan langit malam Selasa Kliwon, pelataran Cagar Budaya Arca Joko Dolog kembali menjadi saksi bisu sebuah pertemuan spiritual yang hangat. Komunitas Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog sukses menyelenggarakan pertemuan rutin Malam Anggara Kasih ke-34 pada Senin malam (27/04/2026).
Acara yang berlokasi di Jalan Taman Apsari ini bukan sekadar ritual biasa, melainkan sebuah manifestasi nyata dari pelestarian budaya dan persatuan lintas iman di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya.
Sinau Budaya dan Kidung Filosofis
Rangkaian acara dibuka tepat pukul 20.00 WIB. Suasana hening seketika berubah magis saat alunan tembang Jawa mulai berkumandang, membawa pesan-pesan filosofis tentang kehidupan. Tak hanya itu, para peserta juga diajak masuk ke sesi Sinau Budaya, sebuah ruang diskusi untuk menggali lebih dalam kearifan lokal yang mulai luntur tergerus zaman.
Doa Bersama: Cermin Toleransi Kota Pahlawan
Puncak kekhidmatan terasa saat sesi doa lintas iman dimulai. Dalam lingkaran kebersamaan, peserta dari berbagai latar belakang keyakinan bersatu dalam doa. Momen ini menegaskan bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekayaan yang harus dijaga.
“Malam Anggara Kasih ini adalah ruang untuk merawat nilai budaya sekaligus memperkuat persaudaraan. Kami ingin harmoni antarumat beragama ini tetap hidup dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Khoirul Anam, Ketua Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog.
Kehangatan dalam Kesederhanaan
Sisi lain yang menarik dari kegiatan ini adalah suasana kekeluargaan yang begitu kental. Selain ramah tamah, panitia juga menghidupkan suasana dengan pembagian doorprize. Hadiah-hadiah bernuansa budaya seperti:
* Kaos komunitas
* Udeng (ikat kepala khas Jawa)
* Dupa
* Perlengkapan makan
Salah satu peserta yang hadir mengungkapkan rasa syukurnya, "Saya merasa adem di sini. Selain ketenangan spiritual, saya bisa bertemu saudara baru dari berbagai latar belakang."
Dengan suksesnya penyelenggaraan ke-34 ini, Malam Anggara Kasih diharapkan terus menjadi ruang inklusif yang menjaga api toleransi dan kelestarian budaya Jawa tetap menyala di jantung Kota Surabaya.
(Reporter: Sulaiman)
