Baru saja rilis film horor-komedi terbaru dari Joko Anwar yang sedang ramai dibicarakan, yaitu Ghost in the Cell
Film ini memang beda banget karena mengambil latar unik di dalam penjara. Lupakan sejenak horor konvensional yang penuh *jump scare* murahan.
Lewat Ghost in the Cell (Hantu Dalam Penjara), Joko Anwar kembali membuktikan kelasnya dengan mencampurkan elemen gore, komedi slapstick, hingga kritik sosial yang tajam. Film yang sempat tayang di Berlinale 2026 ini membawa angin segar bagi perfilman Indonesia.
Sinopsis: Berbuat Baik atau Mati?
Cerita berpusat pada Dimas (Endy Arfian), seorang mantan jurnalis yang dijebloskan ke Lapas Labuhan Angsana atas dugaan pembunuhan. Penjara ini bukanlah tempat biasa; selain kondisinya yang keras dan korup, muncul teror gaib yang mengerikan.
Satu per satu narapidana tewas secara brutal. Uniknya, hantu di sini tidak menyerang sembarangan. Ia mengincar mereka yang memiliki aura atau energi paling negatif.
Alhasil, para napi yang biasanya beringas mendadak berlomba-lomba berbuat baik dan menjaga emosi demi tetap hidup. Di sinilah letak komedi gelap yang segar: melihat para penjahat kelas kakap berusaha menjadi "alim" karena takut setan.
Daya Tarik Utama
Genre-Bending yang Berani :
Film ini dengan luwes berpindah dari adegan kematian yang berdarah-darah (*gore*) ke momen komedi yang bikin tertawa lepas.
Sindiran Sosial yang Pedas:
Penonton disuguhi kritik tersirat mengenai *privilege* pejabat di dalam penjara hingga sistem hukum yang pincang.
Akting Jempolan:
Didukung aktor papan atas seperti Abimana Aryasatya, Lukman Sardi, dan Bront Palarae, setiap karakter terasa hidup dan memiliki kedalaman emosi, bahkan di tengah situasi konyol sekalipun.
Kesimpulan
Ghost in the Cell adalah tontonan yang cerdas. Meski ada beberapa dialog yang terasa kaku dan klimaks yang mungkin tidak se-epik awal film bagi sebagian orang, keberaniannya mengeksplorasi tema baru patut diacungi jempol. Ini adalah hiburan yang tidak hanya memacu adrenalin, tapi juga mengajak kita bercermin pada realita di Indonesia.
Catatan: Film ini mengandung banyak visual darah dan organ tubuh, jadi siapkan mental sebelum menonton!
