Acara ini merupakan rutinitas kegiatan Komunitas Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog yang diselenggarakan tiap bulan yaitu pas malam Anggoro Kasih ( Selasa Kliwon) dengan tujuan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus menjaga tradisi budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun.
![]() |
| Pertemuan rutin acara Malam Anggoro Kasih ke-33 Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog |
Secara filosofi, kata Anggoro berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti hari Selasa, sedangkan Kasih merupakan sebutan weton Kliwon dalam bahasa Jawa Kuno. Dengan demikian, Malam Anggoro Kasih dimaknai sebagai malam pertemuan yang dilaksanakan tepat pada Selasa Kliwon.
Dalam rangkaian acara, para peserta turut melantunkan tembang-tembang budaya seperti Lir Ilir yang dipopulerkan oleh Sunan Kalijaga, serta kajian spiritual budaya seperti Kala Cakra yang dikenal dari Kanjeng Syekh Subakir.
Tradisi Harus Terus Dijaga
Ketua Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog, Khoirul Anam, menegaskan bahwa kegiatan Malam Anggoro Kasih bukan sekadar pertemuan rutin, namun juga bentuk komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya.
“Malam Anggoro Kasih ini adalah ruang silaturahmi sekaligus pengingat bahwa budaya Jawa memiliki nilai luhur yang harus terus kita rawat. Apalagi momen ini bertepatan dengan Imlek dan menjelang Ramadan, menjadi simbol kerukunan dan keberagaman yang harmonis,” ujar Khoirul Anam.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung secara konsisten dan menjadi inspirasi generasi muda untuk ikut mencintai budaya bangsa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar