Jumat, 27 Maret 2026

Dari Advokat Surabaya hingga Peziarah Lokal, Pesarean Mbah Margo Joyo Jadi Magnet Spiritualitas di Lumajang



LUMAJANG.LensaNuswara.my.id — Pesarean Mbah Margo Joyo di Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, terus menjadi magnet spiritual yang menyedot perhatian berbagai kalangan. Tidak hanya masyarakat umum, seorang advokat kondang asal Surabaya turut datang secara khusus untuk berziarah dan berdoa di makam leluhur tersebut.

Kehadiran tokoh dari kalangan profesional ini semakin menegaskan bahwa pesarean Mbah Margo Joyo bukan sekadar situs sejarah, tetapi juga ruang refleksi batin yang lintas latar belakang.

Advokat Surabaya Ikut Napak Tilas, Cari Keteguhan Batin

Advokat yang enggan disebutkan namanya itu terlihat khusyuk saat berdoa di area makam. Ia mengaku datang bukan untuk hal mistis, melainkan untuk menenangkan diri di tengah padatnya aktivitas profesi.

Saya datang ke sini untuk berdoa dan menenangkan pikiran. Tempat ini memberi suasana yang berbeda, lebih hening dan menyejukkan,” ujarnya singkat kepada lensanuswara.my.id

Menurutnya, tradisi ziarah seperti ini justru penting di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan.

 “Kadang kita butuh kembali ke akar, menghargai leluhur, dan mencari keseimbangan hidup,” tambahnya.

Pengunjung Rasakan Energi Ketenangan

Tidak hanya kalangan profesional, pengunjung lain juga merasakan hal serupa. Yoyok (50), warga Surabaya, mengaku mendapatkan ketenangan saat melakukan meditasi di kawasan pesarean.

Begitu masuk, suasananya langsung terasa beda. Saya sempat duduk diam, seperti ada ketenangan yang sulit dijelaskan,” ungkapnya.

Sementara itu, Siti (35), pengunjung lainnya, menilai ziarah ini sebagai bentuk edukasi budaya bagi generasi muda.

 “Anak-anak perlu tahu sejarah dan menghormati leluhur. Ini bagian dari jati diri kita,” katanya.

Juru Kunci: Luruskan Niat, Jangan Disalahartikan

Juru kunci pesarean, Mbah Suroto (nama samaran), menegaskan bahwa pihaknya terus mengingatkan pengunjung untuk meluruskan niat saat datang ke lokasi.

 “Kami selalu tekankan, ini tempat doa, bukan untuk hal-hal yang menyimpang. Mbah Margo Joyo mengajarkan kebaikan dan keseimbangan hidup,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa sosok Mbah Margo Joyo merupakan figur penting dalam sejarah awal pembukaan wilayah Yosowilangun.

Beliau yang membabat alas di sini. Warisannya bukan hanya tempat, tapi nilai kehidupan,” imbuhnya.

Tradisi Leluhur Tetap Hidup di Tengah Modernitas

Hingga kini, tradisi seperti nyadran dan Grebeg Suro masih rutin digelar oleh masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari napak tilas spiritual sekaligus pelestarian budaya.

Pesarean Mbah Margo Joyo pun perlahan berkembang sebagai destinasi wisata religi yang tidak hanya menawarkan sisi sejarah, tetapi juga pengalaman batin yang mendalam.

Lebih dari Sekadar Makam, Ini Ruang Refleksi

Fenomena meningkatnya kunjungan, termasuk dari kalangan profesional seperti advokat Surabaya, menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang hening dan refleksi semakin dirasakan banyak orang.

Pesarean Mbah Margo Joyo hari ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga menjadi jawaban atas kegelisahan manusia modern yang mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar